KONDISI asfiksia atau kekurangan udara jangan disepelekan, karena nyatanya situasi seperti ini bisa mengancam nyawa.
Salah satu contohnya, merujuk pada kejadian tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang belum lama ini. Diketahui sebagian besar korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut disebabkan karena asfiksia atau kekurangan udara.
Secara medis, asfiksia merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang berkurang. Ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang ini berkurang, maka imbasnya orang tersebut bisa mengalami sesak napas yang pada akhirnya bisa membahayakan nyawa.
Mengingat bisa mengakibatkan akibat yang fatal, penting untuk tahu apa saja penanganan yang bisa dilakukan untuk yang mengalami asfiksia? Berikut ulasannya dikutip dari Medical News Today, Jumat, (7/10/2022).
Sebagai catatan, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas akibat asfiksia. Hal ini tergantung pada penyebabnya, berikut beberapa prosedur umum yang bisa dilakukan.
1.Terapi oksigen: Proses pemberian bantuan oksigen ke paru-paru yang biasanya memakai beberapa alat, mulai dari ventilator, tabung pernapasan, dan masker atau tabung hidung yang menyediakan oksigen.