Lantas, jika tidak semua hasil tes Covid-19 dilaporkan, apakah data positivity rate Covid-19 yang ada artinya tidak real? Sebagaimana disebut Prof. Asri C. Adisasmita, Ahli Kesehatan Masyarakat UI, memang tak ditampik ada kemungkinan data positivity rate Covid-19 underestimated alias tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan.
"Dengan tidak melaporkan hasil self-test yang positif, ini menyebabkan hasil perhitungan positivity rate underestimated atau bukan angka sesungguhnya,” jelas Prof. Asri
“Begitu pun pada mereka yang bergejala, mungkin positif Covid-19, tapi dia tidak mau sama sekali tes. Ini jadi membuat data positivity rate underestimated," lanjutnya.
Namun, Prof Asri menegaskan perlu diingat bahwa data yang dihimpun pemerintah tetap bisa merepresentasikan kondisi pandemi Covid-19 saat ini
“Sebab, data yang tidak dilaporkan dengan alasan karena tes sendiri atau tidak tes sama sekali itu terjadi secara acak dan karena itu tetap mewakili apa yang ada di masyarakat untuk gejala klinisnya. Bukan poisitity ratenya," pungkasnya.
BACA JUGA:Vaksinasi Covid-19 Berpeluang akan Rutin Setahun Sekali?
BACA JUGA:Alami Demam dan Flu Saat Kasus Covid-19 Sudah Melandai? Ahli Kesehatan: Tetap Harus Tes Swab!
(Rizky Pradita Ananda)