SETIAP perusahaan, setiap tempat bekerja terdiri dari para karyawan yang berbeda generasi. Ada generasi Baby Boomer, Milenials, hingga sekarang generasi Z yang mendominasi.
Perbedaan generasi di tempat kerja ini otomatis memunculkan pola pikir hingga cara memandang masalah masing-masing berbeda. Bahkan tak jarang jadi pemicu konflik, karena adanya kesalahpahaman.
Nah, dalam siaran Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Director Forbes Indonesia, Troy Fridatama mengatakan, sempat berbagi trik mudah berkomunikasi lintas generasi khususnya di kantor. Ia menyebut, bagaimana bisa paham culture atau budaya tempat itu sendiri adalah kunci krusial.
"Bahas adaptasi di dunia kerja, yang harus diketahui pertama adalah kultur tempat kerjanya. Sebab, bagaimana pun culture di kantor tempat kita bekerja itu yang harus dikuti dan junjung," kata Troy dalam Podcast Aksi Nyata bersama Parta Perindo bertajuk Tips Menghadapi Perbedaan Pola Pikir & Sikap Lintas Generasi di Tempat Kerja, Rabu (05/10/2022).
Ia melanjutkan, ketika generasi tua seperti generasi era 70-an bertemu dengan orang dari generasi Z, pasti punya karakter yang masing-masing berbeda-beda. Beberapa di antaranya yang tidak bisa mengimbangi, sehingga kesulitan berinteraksi.
Sebagai solusi sulitnya berinteraksi lintas generasi yang beda usianya cukup jauh tersebut, Troy menyebut dibutuhkan point of view (POV) atau sudut pandang masing-masing orang. Sehingga tidak akan terjadi kesalahan dalam berkomunikasi.
"Makanya, balik lagi point of view kita sebagai individu. Seperti saya yang sudah lahir duluan, (lebih dulu) punya banyak kesempatan. Pasti punya pandangan yang berbeda dengan generasi yang baru," sarannya.
Oleh karena itu, baik generasi tua atau pun yang muda harus mau menyamakan sudut pandangnya terlebih dahulu. Sehingga bisa berjalan dan berkembang bersama ketika berada di lingkungan pekerjaan profesional.
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Kenapa Hustle Culture Ngetren di Generasi Muda?
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Cara Mengatasi Hustle Culture
(Rizky Pradita Ananda)