“Sebab, mereka tidak bisa melakukan prenatal visit. Sehingga tidak tahu persis bagaimana kesehatan si ibu mau pun janinnya,” lanjut Ketua Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) tersebut.
Profesor Asri menambahkan, ia melihat kematian ibu hamil oleh Covid-19 terlihat didominasi karena adanya pendarahan dan kondisi lainnya.
“Ada juga dampak yang mungkin terjadi, baik pada ibu dan bayi. Karena pada saat Covid kemarin kematian ibu didominasi oleh Covid-19 yang biasanya disebabkan karena pendarahan, kondisi preklamsi esplamsi, kalau infeksi jarang ya,” lanjutnya.
BACA JUGA:Kenali Hamil Anggur atau Mola Hidatidosa Agar Tidak Terjebak Kehaluan
BACA JUGA:Peneliti Sebut Lakukan Gerakan Beri Jari Tengah Bisa Kurangi Rasa Sakit, Kok Bisa?