KULTUR di Indonesia dan banyak negara lainnya, melakukan gerakan memberi jari tengah dianggap sebagai salah satu bentuk ketidaksopanan, tabu, dan terkesan sangat kasar, yang sering juga dikonotasikan sebagai simbol dari hal yang tidak baik.
Bahkan, dengan memberikan jari tengah mampu membuat seseorang merasa tersinggung, direndahkan, dan merasa terhina.
Namun terlepas dari arti negatifnya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa gerakan memberikan jari tengah tersebut bisa mengurangi rasa sakit. Hal ini diungkap dari penelitian yang dilakukan oleh Kalamazoo University di Michigan, Amerika Serikat.
Melansir The Sun, Rabu (5/10/2022), hasil penelitian menemukan bahwa gerakan memberi jari tengah itu mampu mengurangi ketidaknyamanan dan rasa sakit sekitar sepersepuluh pada diri manusia. Peneliti juga mengonfirmasi, gerakan memberikan jari V juga dapat membantu dan memiliki efek yang sama.
“Ini adalah penelitian pertama yang menunjukkan gerakan tabu, ternyata memiliki efek penurun rasa sakit yang serupa dengan yang dihasilkan oleh kata tabu," ujar Profesor Autumn Hostetter, sang peneliti.