Ia menjelaskan lebih dari setengah abad para ilmuwan kelautan tahu soal resiko radiasi bagi kehidupan laut dan turis. Dia juga berharap tingkat bahaya yang pasti dari radiasi tersebut dapat ia temukan segera.
“Kami belum memiliki jawaban untuk itu, tetapi kami berharap selama dua tahun ke depan kami akan dapat memberikan angka pada potensi risiko,” katanya.
Selain mengancam manusia yang berkunjung kesana, bahaya radiasi juga mengancam satwa liar yang berada di pulau tersebut. Dengan lebih dari 450 spesies ikan, 630 jenis moluska seperti gurita dan sotong, 170 jenis bintang laut, hingga bulu babi hidup di pulau tersebut.
(Salman Mardira)