Kekuatan gas air mata bervariasi. Paparan versi yang lebih terkonsentrasi atau paparan yang lama dapat memperburuk gejala. Ada pedoman ketat untuk penggunaan gas air mata di depan umum. Ini termasuk menembakkan gas air mata dari kejauhan, hanya menggunakannya di luar ruangan, dan menggunakan campuran bahan kimia dengan kekuatan serendah mungkin.
Jika seseorang terkena gas air mata, maka akan merasakan sejumlah efek yang terjadi pada tubuh. Efek jangka pendek terkena gas air mata adalah: rasa terbakar, kemerahan pada mata, penglihatan kabur, rasa terbakar dan iritasi di mulut serta hidung, kesulitan menelan, mual dan muntah, sulit bernafas, batuk, mengi, iritasi kulit, dan ruam.
Selain itu gas air mata juga bisa menimbulkan efek jangka panjang dan kematian. Jika seseorang meninggalkan area di mana ada gas air mata, dan gejalanya hilang segera setelah itu, risiko cedera jangka panjangnya rendah.
Namun, para ilmuwan masih belum cukup mengetahui tentang efek gas air mata yang menetap pada tubuh. Paparan gas air mata di dalam ruangan, atau dalam jumlah besar, dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius seperti: glaukoma, kebutaan, luka bakar kimiawi, gagal napas.
(Vivin Lizetha)