Melihat Koleksi Museum Pengkhianatan PKI di Lubang Buaya

Novie Fauziah, Jurnalis
Minggu 02 Oktober 2022 00:03 WIB
Museum Pengkhianatan PKI (Okezone.com/Helmi)
Share :

MUSEUM Pengkhianatan PKI di Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur merupakan tempat wisata sejarah untuk mengenang tragedi Gerakan 30 September atau G30S PKI. Ini adalah peristiwa pengkhianatan terbesar dalam sejarah Indonesia.

Museum ini berada dalam satu kompleks dengan Monumen Pancasila Sakti. Monumen ini didirikan dengan tujuh patung perunggu Pahlawan Revolusi yang gugur dibantai pasukan Tjakrawibawa pada malam kudeta berdarah tersebut.

Museum Pengkhianatan PKI dan Monumen Pancasila Sakti sama-sama dibangun untuk mengenang G30S PKI.

 BACA JUGA:Mengenang Tragedi G30S PKI di Monumen Pancasila Sakti, Cek Harga Tiket Masuk dan Cara Belinya

Dalam Museum Pengkhianatan PKI, pengunjung dapat melihat berbagai diorama yang menggambarkan usaha-usaha Partai Komunis Indonesia menggulingkan pemerintahan di beberapa daerah.

Selain itu, terdapat pula berbagai benda-benda bersejarah seperti baju yang digunakan Jenderal Ahmad Yani, mobil dinas Ahmad Yani serta mobil yang digunakan untuk menculik D.I Pandjaitan.

 

Adapun salah satu koleksi di museum ini adalah Diorama Teror Ce' Mamat, yakni gembong komunis pada 1926 sekaligus ketua Komite Nasional Indonesia Serang.

Ia merupakan yang bertugas menghasut rakyat agar tidak percaya dengan pemerintahan. Dalam melancarkan aksinya, Ce' Mamat bekerjasama dengan Laskar Gulkut.

 BACA JUGA:Napak Tilas Sejarah, 5 Tempat Mengenang Tragedi Berdarah G30S PKI di Jakarta

Saat itu target utamanya dalam aksi terornya ialah membunuh para pejabat. Salah satu pejabat yang dibunuh ialah Bupati Lebak yang bernama R. Hardiwinangun.

Kemudian mereka menjemput bupati tersebut dengan dalih dipanggil oleh presiden. Lalu Bupati itu dibawa ke Panggarangan dan dibunuh dengan cara ditembak pada 9 Desember 1945.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya