"Selain itu, length of stay (lama tinggal) dari kunjungan untuk acara pernikahan lebih panjang yang berkisar lima-tujuh hari, serta memberikan multi efek bagi industri lain, seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan atraksi wisata," terangnya.
DWP Congress ke-8 yang dilaksanakan di Bali pada 27-29 September 2022 dihadiri 500 orang dari 70 negara. Perhelatan itu bertujuan guna mempertemukan mitra strategis di sektor pernikahan, mulai dari destination wedding planners, pelaku bisnis perhotelan, pelaku pariwisata dan mitra kreatif, serta wedding industry suppliers di dunia.
"Kami sangat senang menjadi tuan rumah konferensi pernikahan paling bergengsi di dunia. Saya berharap kolaborasi ini tidak hanya untuk beberapa hari ke depan tetapi akan menjadi kemitraan berkelanjutan," kata Sandi memungkasi.
(Rizka Diputra)