Infeksi Langya henipavirus termasuk ke dalam golongan penyakit zoonosis. Artinya, infeksi virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia. Peneliti meyakini bahwa sumber utama penularan virus langya berasal dari tikus. Meski begitu, sebelum menginfeksi manusia, LayV juga bisa menular dari hewan perantara, seperti anjing dan kambing
Kendati dapat menular dari hewan ke manusia, peneliti belum menemukan bukti bahwa virus bisa menular antarmanusia. Sebanyak 15 anggota keluarga yang melakukan kontak erat dengan sembilan pasien mengaku tidak mengalami gejala infeksi virus langya.
Kendati demikian, belum dapat dipastikan apakah penularan dari manusia ke manusia tidak akan terjadi. Soalnya, ukuran sampel yang diteliti masih terlalu kecil. Karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal tersebut.
Kasus penularan langya henipavirus dari manusia ke manusia belum ada. Sejauh ini, infeksi virus langya juga dilaporkan tidak menyebabkan kematian. Meski begitu, kamu tetap perlu waspada. Disampaikan dr. Theresia Rina Yunita, untuk meminimalkan risiko penularan, kurangi kontak dengan hewan. “Terutama tikus yang terindikasi terinfeksi virus langya,” sarannya.
Kamu sebaiknya juga tidak mengonsumsi daging hewan yang dicurigai bisa berperan sebagai perantara virus langya. Tak lupa, jaga kebersihan dengan mencuci tangan, membersihkan peralatan makan dan masak, mengolah daging hingga matang, dan menjaga kebersihan air minum. Meski penyebaran antarmanusia belum ditemukan, jangan lengah terhadap bahaya virus langya, ya!
(Martin Bagya Kertiyasa)