RUPANYA salah satu personel grup JKT 48, Azizi Shafa Asadel atau akrab disapa Zee belum lama ini terciduk sedang nge-vape.
Usai video itu tersebut di sosial media, Zee pun langsung ramai dihujat netizen. Ia dinilai tingkah lakunya tidak baik.
Menanggapi hal itu, gadis berusia 18 tahun ini menyampaikan permohonan maafnya saat sedang tampil di suatu acara.
Lalu apa sih bahaya vape?
Vape masih jadi perdebatan banyak ahli di dunia, karena isi kandungannya yang belum jelas. Peneliti akhirnya mendorong orang untuk mengenali bahwa rokok elektrik bisa mendatangkan masalah kesehatan untuk para penghisapnya.
Masalah utamanya adalah tingginya konsentrasi nikotin dalam cairan vape. Profesor Kesehatan dan Teknik Lingkungan di Universitas Johns Hopkins Kids Rule mengatakan, para pembuat perangkat ini gagal untuk mengatasi peningkatan risiko ketagihan, jika orang berhenti merokok. Dia pun tidak yakin bahwa vape dapat menurunkan kecanduan nikotin pada seseorang.
Memang, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One bulan ini tidak menemukan bukti bahwa vape membantu perokok dewasa berhenti merokok. "Setelah hanya beberapa bulan menggunakan nikotin, remaja jadi lebih intens menggunakan vape, sampai mereka juga kehilangan harapan untuk bisa berhenti," kata Pediatrik Klinis di Rumah Sakit Anak Boston Nicholas Chadi seperti dilansir Okezone dari Businessinsider.
Banyak yang menentang dengan adanya kemunculan vape. Beberapa Kementerian Kesehatan di dunia, seperti Israel pun melarang penggunaan vape bagi siapa saja.
Padahal, dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh para peneliti UCSF menyebut menghirup uap vape, termasuk menghirup logam beracun seperti timah, berpotensi menggandakan risiko seseorang terkena serangan jantung.
BACA JUGA:Fakta, Vape Tak Lebih Baik dari Rokok
Selain menghirup tembakau dan tar yang dibakar, vaper juga menghirup logam beracun. Seperti kadmium dan berilium, serta unsur-unsur logam seperti nikel dan kromium, yang semuanya berakumulasi secara alami di daun-daun tanaman tembakau.