Tapi, enggak tahu nih akhir-akhir ini. Pandemi kan lumayan lama, kadang-kadang mungkin ketahanan tubuh anak itu adaptasi lagi kali ya," kata Melaney lagi.
Dikarenakan gejala batuk sang anak tak kunjung membaik, Melaney membeberkan ia sering mengunjungi dokter untuk mengobati asma sang anak.
"Jadi, yang terakhir ini sudah bolak-balik (ke dokter). Lumayan lama. Jadi, mulai diseriusin berobatnya. Kemarin aku bawa ke dokter," curhatnya.
Saat diperiksa, dokter pun langsung memberikan oksigen kepada Courage. Setelah itu sadar bahwa oksigen sangat membantu, akhirnya perempuan berdarah Batak ini menyiapkan tabung oksigen di rumahnya.
"Kalau anak lain ketemu bakteri, virus, kuman dan segala macamnya bisa beradaptasi, tapi anakku agak sulit dan lama untuk sembuh. Pas ke dokter tuh jadi langsung dikasih oksigen. Cuma yang pasti sekarang, aku harus stand by oksigen di rumah," pungkas Melaney Ricardo.
BACA JUGA:Paska Lebaran, Kemenkes Akui Minat Masyarakat untuk Vaksin Booster Turun Drastis
BACA JUGA:Dianggap Sudah Usang, WHO Tak Lagi Rekomendasikan Sotrovimab dan Casirivimab untuk Pengobatan Covid
(Rizky Pradita Ananda)