BAGI traveler yang ingin melihat perairan bersinar di malam hari, setidaknya ada delapan lokasi yang bisa dijelajahi loh.
Ada beberapa pantai di berbagai belahan dunia yang bisa mengeluarkan sinar saat malam hari.
Melansir dari Treehugger, fenomena seperti itu disebut bioluminesensi.
Pendar pada air tersebut sering disebabkan oleh ganggang tersuspensi di dalam air yang memancarkan cahaya setiap kali didorong naik oleh gelombang yang masuk dan keluar atau oleh gerakan perahu, ikan, atau bahkan jari yang bergerak di dalam air.
Terkadang cahaya tersebut dibuat oleh kunang-kunang dan krustasea ostracoda.
Berikut delapan tempat di seluruh dunia di mana Anda dapat melihat air yang bersinar.
The Blue Grotto, Malta
Tempat ini hanya bisa dicapai dengan perahu berlisensi khusus. Blue Grotto of Malta disebut sebagai salah satu pemandangan paling spektakuler di dunia. Gua-gua laut samudera di pantai selatan ini dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi yang terus-menerus dihantam ombak, menghasilkan cahaya berpendar.
Blue Grotto sebenarnya adalah salah satu dari enam gua, yang semuanya merupakan tujuan wisata populer.
Jarvis Bay, Australia
Di luar pantai berpasir putih dan air sebening kristal, Jervis Bay, di pantai selatan New South Wales memiliki presentasi bioluminesensi yang cerah dan indah.
Spesies dinoflagellata, Noctiluca scintillans, organisme pasang berwarna merah yang tersebar luas, membuat laut berkilau di Jervis Bay.
Tampilan yang paling bersinar biasanya terjadi antara Mei dan Agustus, terutama terkonsentrasi pada malam hari setelah hujan.
Mosquito Bay, Puerto Rico
Salah satu dari tiga teluk bioluminesensi di Puerto Rico, cahaya alga di Mosquito Bay menjadi yang paling baik jika diamati dari airnya. Terkenal karena iluminasinya yang luar biasa berkilau, teluk tersebut sudah diakui oleh Guinness World Records sebagai teluk bioluminesensi paling bersinar pada tahun 2006.
Cahaya biru yang muncul pada teluk ini disebabkan oleh dinoflagellata Pyrodinium bahamense. Ganggang berbahaya ini menghasilkan saksitoksin yang dapat menyebabkan keracunan kerang paralitik, yang sangat beracun bagi manusia.
Pulau Matsu, Taiwan
Tempat yang lebih tepat dinamakan “air mata biru” yang terdapat di Kepulauan Matsu, Taiwan, disebabkan oleh Noctiluca scintillans merah dinoflagellata. Kilauan ini paling terlihat setelah gelap di sepanjang pantai Kepulauan Matsu.
Para ilmuwan di China telah mulai menggunakan satelit untuk melacak plankton berbahaya yang sudah melimpah tersebut. Cakupan ganggang mekar di Laut China Timur mencakup perairan pesisir dan lepas pantai, dan bertahan hidup di perairan yang lebih hangat lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya.
San Diego, California
Alga dinoflagellata Lingulodinium polyedrum adalah penyebab dari cahaya yang muncul di lepas pantai San Diego. Pada siang hari, air laut akan tampak merah (red tide), tetapi setelah matahari terbenam, mekanisme pertahanan alami organisme menyebabkan air membiru. Pasang ‘merah’ di California tidak berkaitan dengan limpahan nutrisi dan belum dikaitkan dengan yessotoxin.
Cahaya bioluminesensi tidak terjadi setiap tahun, dan para ilmuwan belum dapat memprediksi kapan itu akan terjadi.
Teluk Toyama, Jepang
Cahaya di Teluk Toyama terjadi karena alasan yang berbeda. Itu bukan berasal dari fitoplankton, tetapi dari makhluk berpendar yang disebut cumi kunang-kunang, atau Watasenia scintillans. Setiap tahun dari bulan Maret hingga Juni, teluk dan garis pantai dibanjiri jutaan cumi-cumi berukuran tiga inci, yang muncul dari kedalaman laut untuk berkembang biak.
Republik Maladewa
Pulau surga Maladewa memancarkan cahaya yang sedikit lebih terang dari pertengahan musim panas hingga musim dingin, ketika lautan dan pantai bersinar dan berkilau. Cahaya terang disebabkan oleh krustasea ostracoda, yang merupakan organisme bercahaya.
Perairan hangat yang mengelilingi pulau-pulau ini menyediakan lingkungan yang sempurna untuk organisme bercahaya yang dapat bersinar lebih dari satu menit ini.
Luminous Lagoon, Jamaika
Laguna air tawar dan air asin yang dangkal ini bersinar hampir sepanjang tahun di perairan hangat Jamaika.
Dinoflagellata memakan vitamin B12 yang dihasilkan oleh hutan bakau yang mengelilingi laguna, dan plankton bioluminesensi mikroskopis yang melimpah, yang akan bersinar oleh gerakan sekecil apa pun.
Perahu membawa pengunjung ke tengah laguna setelah gelap, di mana mereka bisa berenang di air biru yang bersinar.
(Kurniawati Hasjanah)