Dokter Syahril menegaskan, sebetulnya secara tata laksana, tidak ada hambatan bagi masyarakat luas untuk mendapatkan vaksinasi booster. Mengingat, begitu banyak sentra vaksinasi tersedia, stok pasokan vaksin, begitu pun dengan kapasitas SDM para tenaga kesehatan.
"SDM kita juga cukup, dan vaksinnya juga cukup. Jadi tidak sulit sebetulnya tidak ada halangan," tegasnya singkat.
Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan RI mencatat untuk cakupan vaksinasi Covid-19, pada dosis primer (I dan II) dosis pertama sudah 86,90 persen, dan dosis kedua di 72 persen. Sementara dosis ketiga baru mencapai 26, 45 persen.
(Rizky Pradita Ananda)