Nebulizer umumnya berupa cairan yang diberi obat bronkodilator dan ekspektoran. Bronkodilator berfungsi untuk melebarkan otot-otot saluran pernapasan, sedangkan ekspektoran sebagai pengencer dahak. Cairan ini akan diubah menjadi uap oleh nebulizer yang diberikan dengan cara menghirup uapnya.
Sebenarnya nebulizer bukanlah teknik baru dalam pengobatan gangguan saluran pernapasan. Sebelum ada nebulizer, baskom berisi air hangat biasa digunakan untuk melegakan pernapasan dengan menghirup uap air hangat yang ada di baskom.
Dosis dan penggunaan campuran obat nebulizer harus dikonsultasikan ke dokter, karena harus sesuai dengan berat badan dan usia si anak.
Moms yang memiliki nebulizer sendiri di rumah bisa mengatakannya pada dokter anak, sehingga dokter dapat memberi resep sesuai kondisi anak.
Namun bukan berarti setiap anak yang batuk pilek harus diberikan nebulizer ya Moms! Semuanya harus berdasarkan saran dan konsultasi dokter.
(Vivin Lizetha)