Penurunannya mayoritas akibat ada penundaan maupun pembatalan sewa kamar hotel. Karena harga BBM mahal dan tarif angkutan naik, tak sedikit wisatawan yang menangguhkan keberangkatan, sehingga sewa hotel pun anjlok.
Sementara bagi hotel berbintang, mereka masih tertolong karena tidak hanya bergantung pada sewa hotel saja, tapi juga menyediakan paket paket meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Bilang Undang-Undang Pariwisata Perlu Diubah, Kenapa?
Sementara itu adanya kenaikan harga BBM membuat para wisatawan semakin tertekan pengeluaran berwisatanya. Di mana hal itu berpengaruh pula dengan kenaikan harga di sektor pariwisata.
"Kira-kira jumlahnya sekitar 10 persen," pungkasnya.
(Salman Mardira)