6 Sindrom dan Penyakit yang Lebih Rentan Menyerang Kaum Perempuan, Ayo Lawan!

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Sabtu 10 September 2022 17:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

4.Penyakit menular seksual

Efek PMS/IMS pada perempuan bisa lebih serius daripada laki-laki. Membiarkan PMS/IMS tidak diobati dapat menyebabkan kemandulan pada perempuan. PMS/IMS sering tidak diobati oleh perempuan yang menderita lantaran gejalanya kurang jelas dibandingkan pada laki-laki atau kondisi lain yang kurang serius, seperti infeksi jamur.

5. Sindrom Turner

Sindrome satu ini adalah penyakit genetik yang mempengaruhi 1 dari 2.500 anak perempuan. Sindrom ini menyebabkan pertumbuhan anak perempuan melambat, sehingga akan tampak selalu lebih pendek dari teman-temannya.

Sindrom Turner dapat membuat wanita tidak subur, namun berkat kemajuan teknologi medis, fertilisasi in vitro dan pengobatan hormon dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan. Penyakit ini memiliki gejala fisik seperti perkembangan tulang yang tidak normal, tidak adanya menstruasi, atau kelopak mata yang terkulai.

Sindrom ini terjadi lantaran anak perempuan kehilangan salah satu kromosom X (perempuan memiliki kromosom XX sedangkan laki-laki memiliki kromosom XY) atau kehilangan bagian dari kromosom X kedua. Dengan kata lain, kondisi ini termasuk kesalahan acak dalam pembelahan sel ketika sel orang tua bergabung bersama.

Alhasil, wanita dengan sindrom ini mungkin menderita masalah kesehatan lain seperti ginjal, masalah jantung, hipertensi, obesitas, diabetes, penglihatan, masalah tiroid atau tulang.

6. Kelainan Genetik

Sindrom Rett adalah kelainan genetik yang memengaruhi cara otak berkembang, dan penderita akan semakin kehilangan keterampilan motorik dan bicara. Bayi dengan sindrom ini tampak berkembang secara normal hingga berusia 18 bulan. Kemudian, mulai kehilangan keterampilan merangkak, berjalan dan berbicara, serta penggunaan tangan.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya