Selain membuat seseorang mengalami kesulitan berjalan dan bergerak seperti biasanya, gangguan mobilitas episodik ini dapat mempengaruhi kemandirian orang. Termasuk kemampuan untuk menjaga diri sendiri dan kesehatan mental mereka. Penderita akan berjuang untuk mengoordinasikan gerakan tubuh mereka sendiri.
Kondisi seperti ini sudah dirasakan Ratu sejak Mei 2022. Saat itu, pihak istana mengumumkan bahwa Ratu tidak akan menghadiri Pembukaan Parlemen Negara untuk pertama kalinya dalam hampir 60 tahun ia menjabat. Setelahnya, Ratu semakin sering tidak hadir dalam acara seremoni kerajaan karena penyakit gangguan mobilitas episodik.
(vvn)
(Kemas Irawan Nurrachman)