7 Macam Luka di Mulut yang Kerap Serang Penderita HIV

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Kamis 08 September 2022 12:32 WIB
Ilustrasi Penyakit Mulut. (Foto: Shutterstock)
Share :

Lesi Mulut atau Ulkus Aftosa

Melansir WebMD, ulkus aftosa merupakan sariawan kronis yang muncul di mulut, termasuk di pipi bagian dalam, bibir, lidah, atau langit-langit lunak, atau di pangkal gusi. Orang dengan HIV lebih rentan mengalami lesi di mulut. Luka mulut ini tidak menular, tetapi membuat penderitanya tak nyaman karena terasa nyeri.

Untuk kasus ulkus aftosa ringan, dokter akan merekomendasikan obat kumur antiseptik. Pada kasus yang parah, dokter akan meresepkan salep untuk meringankan rasa nyeri serta mempercepat penyembuhan.

Oral Thrush

Oral thrush atau kandidiasis oral disebabkan oleh infeksi jamur di mulut. Infeksi ditandai dengan munculnya bercak kuning atau putih di lidah, bagian dalam pipi, atau di langit-langit mulut

Siapa pun bisa memiliki kondisi ini. Akan tetapi, bayi, orang tua, dan orang dengan kondisi kekebalan tubuh lemah seperti HIV berisiko lebih tinggi mengalami oral thrush. Kondisi ini dapat disembuhkan dengan obat kumur antijamur dan obat-obatan.

Mulut Kering

HIV dapat menyebabkan pembengkakan di bagian kelenjar ludah. Dampaknya, produksi air liur dapat berkurang dan mulut pun menjadi kering. Air liur bekerja melindungi gusi dan gigi dari plak.

Mulut kering dapat disebabkan oleh konsumsi obat HIV. Tidak hanya itu, kondisi mulut kering juga menyebabkan komplikasi lain seperti penyakit gusi. Anda dapat mengatasi mulut kering dengan menjaga mulut tetap bersih dan minum air cukup setiap hari. Jika kondisi mulut kering tidak kunjung membaik, segera temui dokter gigi untuk mendapat perawatan yang tepat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya