SAMA seperti dokter yang menangani manusia, dokter hewan ternyata juga memiliki spesialis untuk menangani kasus-kasus tertentu, lho. Hal ini diungkapkan oleh drh. Ana Neli Rahma, menurutnya spesialis dalam ranahnya itu juga cukup banyak.
"Sebenarnya dokter hewan juga ada spesialisasinya, karena kalau kita bandingkan dengan dokter manusia itu hanya satu. Sedangkan hewan jenisnya banyak. Jadi spesialisasinya juga banyak sekali," ujarnya dalam Podcast Aksi Nyata bersama Partai Perindo, Rabu (07/09/2022).
Lebih lanjut, kata drh. Ana, dokter hewan pun terbagi ke dalam tiga kelompok. Pertama dokter hewan liar, biasanya menangani binatang-binatang buas dan liar seperti harimau, buaya, gajah, jerapah hingga kuda.
Kedua, dokter hewan peliharaan yang mana pada umumnya menangani binatang peliharaan seperti kucing, anjing hingga kelinci. Di mana mereka itu yang paling banyak dipelihara oleh manusia.
Ketiga adalah dokter spesialis untuk hewan ternak, seperti kambing, domba, sapi dan juga kerbau.
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Pandemi Covid-19 Salah Satu Penyebab Tingginya Stunting di Jakarta
"Nanti ada lagi disebutnya dokter eksotik, biasanya menangani hewan seperti ular, burung," terang praktisi hewan kecil itu.
Tak hanya itu saja, peran dokter hewan juga sangat penting guna mencegah penularan dan penyebaran penyakit yang berasal dari binatang liar, peliharaan maupun ternak.
Jika penyebaran itu sudah kadung terjadi, maka peran dokter hewan adalah melakukan kuratif (penyembuhan penyakit), pengobatan hingga melakukan edukasi kepada masyarakat.
"Dokter sebagai preventif atau garda terdepan agar penyakit-penyakit itu tidak menular," ujarnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)