3. Merenggut nyawa: Jangan dianggap remeh, di Argentina paparan bakteri Legionella ini sudah merenggut nyawa. Menurut laporan kantor berita The Print, sudah ada empat orang yang meninggal dunia akibat terkena bakteri Legionella. Kondisi pasien dilaporkan sangat parah, maka dari itu terapi pengobatan tidak lagi bisa menyelamatkan nyawa para pasien. Pasien mengalami gejala buruk, mulai dari demam tinggi, nyeri tubuh, dan sulit bernapas. Gejala yang mirip dengan Covid-19.
4. Menyerang tenaga kesehatan: Dari laporan pejabat kesehatan Argentina, hampir semua pasien Legionnaires ini adalah petugas kesehatan yang bertugas di satu klinik di kawasan San Miguel de Tucuman. Mereka terpajan bakteri dari sistem pendingin sentral.
5. Bakteri hidup di AC sentral: Penyakit ini adalah kejadian luar biasa di hotel, kapal, kantor, atau rumah sakit, bahkan bisa terjadi rumah sekalipun kasusnya sangat jarang," mengutip laporan Kemenkes. Bakteri Legionella ini hidup di AC sentral, sistem air panas dan shower, kolam spa, whirpool, alat bantu pernapasan, maupun cooling tower yang ada di bangunan atau gedung bertingkat.
6. Bakteri tidak hidup di AC rumah: Menurut keterangan resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) AC di rumah tidak menyebarkan bakteri Legionella karena AC rumah dan mobil tidak memakai air untuk mendinginkan udara, sehingga tidak berisiko terhadap pertumbuhan Legionella. Namun sebagai catatan, CDC menegaskan Legionella bisa tumbuh di tangki air pembersih kaca depan mobil, terutama jika tangki diisi air yang bukan cairan pembersih kaca depan aslinya.
(Rizky Pradita Ananda)