KEKURANGAN berupa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk dapat melakukan aktivitas layaknya orang normal.
Bahkan, penyandang disabilitas juga dapat hidup dengan mandiri dan memiliki hak serta kesempatan yang sama dengan masyarakat pada umumnya.
Hal ini diungkapkan oleh seorang motivator sekaligus difabel, Louisa Handojo, yang memiliki keterbatasan fisik karena tubuhnya yang pendek dan hanya memiliki tinggi 74 sentimeter. Meski kekurangan secara fisik, ia mengaku bersyukur dengan komitmen pemerintah yang saat ini telah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat penyandang disabilitas sepertinya.
Salah satunya adalah terkait fasilitas untuk difabel yang saat ini menurutnya jauh lebih baik dibandingkan zaman dulu.
“Mungkin saat ini lebih baik ya. Kayak dulu kita juga nggak punya ya kamar mandi difabel. Jadi kalau dulu mau ke kamar mandi, itu harus benar-benar berusaha atau kita tahan sampai orang-orang keluar,” ujar Louisa, dalam siaran langsung Podcast Aksi Nyata, dikutip dari kanal Youtube Partai Perindo, Sabtu, (3/9/2022).
“Tapi kalau zaman sekarang fasilitasnya lebih oke. Terus pemerintah juga lebih memberikan kesempatan. Kalau dulu saya ya ampun, kayanya bener-bener ini harus berusaha. Karena dulu kan tahun 1995-1996 itu kan masih gemblengannya harus kuat kita sendiri,” lanjutnya.
Louisa lantas memberikan pesan dan motivasi kepada generasi saat ini maupun generasi yang akan datang. Menurutnya, generasi saat ini perlu membangun karakter agar tidak memiliki mental kerupuk alias mudah hancur.
“Pesan saya, ya harus membangun karakter. Jadi jangan lemah, jangan mental kerupuk ya. Contohnya dari mulai bangun pagi, kita harus bangun karakter kita, positif thinking, menabur pikiran positif, menuai tindakan positif,” pesan Louisa.
“Setelah kita menuai tindakan positif kita bisa menuai kebiasaan. Akhirnya kan dari tindakan kita terus ya dari situ kita akan mempunyai karakter yang luar biasa. Pesan saya untuk generasi-generasi yang akan datang, apalagi di saat ini, itu harus lebih kuat. Jangan apa-apa baper, jangan apa-apa aduh,” tegasnya.
(Rizky Pradita Ananda)