3. Memiliki “Pasangan” dan “Anak”
Banyak hal yang telah dilalui oleh Mawar selama kurang lebih 11 tahun hidup berdampingan dengan One. Layaknya makhluk hidup lainnya, Mawar juga berkembang biak. Mulanya ia menemukan pasangan yang kemudian dibawa dan diperkenalkan kepada One. Lalu, ia juga memiliki anak dari hasil perkawinan dengan pasangannya tersebut. sayang, hingga kini anak dan pasangan Mawar belum mau menampakkan wujudnya kecuali kepada One.
4. Cukup Agresif, Jangan Disentuh
Seperti yang diketahui, ketika nama mawar diteriakkan oleh nelayan, mawar akan menghampiri kapal. Sebaiknya para wisatawan jangan menyentuh mawar karena bisa ditarik ke laut karena gerakannya yang cukup agresif.
Bersamaan dengan penetapan status dugong sebagai satwa dilindungi, setiap wisatawan yang ingin ‘bertemu’ dengan mawar, selalu diberikan informasi terkait usaha konservasi yang terus dilakukan oleh One. Salah satu usaha yang dilakukan adalah penanaman mangrove. Dengan menanam mangrove padang Lamun menjadi terjaga. Lamun merupakan sejenis rumput laut yang merupakan makanan dugong
(Kurniawati Hasjanah)