MENDENGAR kata penyakit HIV (human immunodeficiency virus), di benak banyak orang awam memang tak bisa dilepaskan dari AIDS. Ya, HIV dan AIDS sudah lekat citranya sebagai satu kesatuan yang sama.
Padahal, tahukah Anda, jika HIV dan AIDS itu ternyata tidak sama. Ketua Satgas HIV Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Endah Citraresmi, SpA(K), menjelaskan kalau kedua adalah hal yang berbeda.
HIV merupakan virus dan AIDS adalah suatu sindrom yang bisa muncul dalam jangka waktu tertentu (biasanya 5 hingga 10 tahun) sebagai akibat kehadiran sang virus.
"HIV ini virusnya, AIDS itu adalah sindrom akibat ganggunan kekebalan tubuh yang terjadi jika virus ini tidak diobati," kata Dr. Endah Citraresmi, SpA(K) dalam webinar virtual baru-baru ini.
Sementara AIDS merupakan sindrom, mampu mengganggu sistem kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Dalam waktu sekitar 5-10 tahun, orang yang terinfeksi HIV akan menjadi AIDS.
"HIV ini virusnya, AIDS itu adalah sindrom akibat ganggunan kekebalan tubuh yang terjadi jika virus ini tidak diobati," kata Dr.Endah Citraresmi, SpA(K) - Ketua Satgas HIV IDAI, dalam Media Interview secara online, Jumat (2/9/2022)
"Orang yang terinfeksi HIV bisa segar, sehat, tapi 5 -10 tahun baru muncul gejala jika tidak diobati, itu yang disebut AIDS," imbuhnya.