Hingga kini belum dapat dipastikan harga tiket untuk melintasi jembatan kaca itu, namun diyakini akan membantu peningkatan PAD desa ketika wisatawan nantinya datang.
"Harga tiket belum pasti karena belum penataan. Nanti, akan ada perosotan ke bawah kolam renang, ada restoran juga. Tahun 2023, Oleh-oleh Krisna Bali akan membangun taman bunga seluas 2-3 hektare untuk spot center, pun juga terdapat bunga-bunga yang dapat dijual," ujar Redana.
Adapun target dari desa adalah pemulihan ekonomi dilihat dari masuknya wisatawan ke daerah tersebut. Perbekel Desa Saba menyebut dari pihak PT Kaishi menargetkan kunjungan sebanyak 2.000 orang per hari.
Saat ini, pascapandemi Desa Wisata Saba mulai kembali bangkit dengan kehadiran wisatawan domestik dan mancanegara sekitar 50 bus per hari, yang mana para pengunjung akan membayar retribusi masuk sebesar Rp20.000, belum termasuk wahana jembatan nantinya.
"Masyarakat mendukung sekali adanya obyek jembatan kaca. Ekonomi kreatif akan muncul, orang-orang bisa berjualan dan menambah sumber penghasilan bagi tiap keluarga. Kita juga sedang merancang kepada Kementerian Tenaga Kerja kalau bisa didukung untuk mengembangkan ekonomi kreatif," tutupnya.
(Rizka Diputra)