Suka Waxing Bulu Kemaluan, Lebih Sehat atau Malah Jadi Penyakitan?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Sabtu 27 Agustus 2022 21:28 WIB
Ilustrasi Bulu Kemaluan. (Foto: Shutterstock)
Share :

BEBERAPA orang, terutama perempuan memang memilih untuk mencukur bulu kemaluan mereka. Banyak alasan dipilih ketika mencukur bulu kemaluan, bisa estetik ataupun untuk kesehatan. Tapi, benarkah mencukur bulu kemaluan baik untuk kesehatan?

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K) menyarankan orang-orang khususnya wanita tidak mencukur habis rambut pada organ genital atau kemaluan demi menghindari masalah.

"Rambut yang sepele-sepele kalau kita bilang itu ada gunanya semua. Rambut (di area kemaluan) jangan dikerok, diwaxing supaya bersih kayak bayi, tetapi secara baik gunting sisakan 0,5 cm," ujar dia dalam kegiatan Ladies Talk “Stress Berlebih Ganggu Area Kewanitaanmu!” seperti dilansir dari Antara.

Menurut Tofan, hal ini demi menghindari timbulnya gatal saat rambut baru tumbuh. Rasa gatal ini terkadang memicu seseorang untuk menggaruk, padahal dia belum mencuci tangannya. Mengutip Medical News Today dan Healthline, menggaruk area yang gatal justru dapat memperburuk rasa gatal karena dianggap mengiritasi ujung saraf di area yang Anda garuk.

Terkait fungsi, rambut di organ genital diketahui memiliki beberapa manfaat perlindungan antara lain mencegah kotoran memasuki vagina, dapat berfungsi sebagai semacam bantalan untuk melindungi terhadap gesekan saat berhubungan intim dan penutup untuk menjaga organ tetap hangat.

Selain soal rambut, Tofan juga menyarankan orang-orang menjaga kebersihan organ genital. Khusus untuk wanita, area vulva termasuk yang boleh dibersihkan menggunakan air dan sabun tetapi tidak dilakukan setiap hari.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya