VIRUS Langya menjadi sorotan beberapa hari ini. Virus zoonosis ini teridentifikasi di China, telah menginfeksi 35 orang di dua wilayah berbeda yaitu Shandong dan Henan. Belum ada laporan penyebaran virus dari orang ke orang.
Meski belum ada laporan penularan virus antarmanusia, faktanya bahwa manusia bisa terinfeksi virus ini. Ada kelompok tertentu yang berisiko tinggi terinfeksi virus Langya. Siapa saja mereka?
Menurut laporan Straits Times, kebanyakan kasus yang ditemukan di China berasal dari kelompok petani. Itu terjadi karena penyebaran virus bermula dari hewan sejenis tikus yang banyak ditemukan di wilayah tersebut.
Tak hanya dari kelompok petani, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, pemilik anjing dan hewan ternak kambing perlu waspada juga akan ancaman virus Langya ini.
"Ada laporan kecil virus Langya ditemukan pada hewan domestik seperti anjing dan kambing. Ini artinya, pemilik hewan it perlu waspada juga agar tidak terinfeksi virus Langya," terang Dicky Budiman, beberapa waktu lalu.
Ya, laporan kasus menunjukkan bahwa ada sebagian kecil kasus virus Langya yang ditemukan pada anjing dan kambing. Angka kasusnya tidak sebesar pada manusia.
"Dilaporkan bahwa virus Langya menginfeksi 5% anjing dan 2% kambing," menurut laporan studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.
"Tidak menutup kemungkinan penularan dari hewan peliharaan ke manusia bisa terjadi. Skenario terburuk, virus Langya bisa menyebar antarmanusia, yang mana sekarang secara ilmiah diketahui bahwa virus dari famili henipavirus tersebut tidak menyebar dari orang ke orang," tambahnya.
BACA JUGA:Apa Benar Virus Langya Penerus Covid-19?
Di sisi lain, sejauh ini manusia tidak perlu terlalu khawatir akan ancaman virus Langya. Sebab, belum ada bukti kuat bahwa virus bisa menyebar antarmanusia.