PEMERINTAH Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan pendapatan dari sektor pariwisata pada tahun 2022 sebesar Rp200 miliar, turun Rp100 miliar dibanding tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Arif Sumarsono mengungkapkan, realisasi pajak dan retribusi hingga Mei 2022 yang berasal dari hotel sebesar Rp5,9 miliar, sedangkan restoran hanya Rp700 juta.
"Hingga Juli 2022, jumlah wisman yang berkunjung ke Bintan sebanyak 9.000 orang, sedangkan wisatawan domestik mencapai 130 ribu orang," ujar Arif mengutip Antara.
Menurut dia, target pendapatan dari sektor pariwisata kemungkinan sulit tercapai karena berbagai faktor. Faktor pertama, pembukaan pelabuhan internasional yang menjadi akses wisatawan mancanegara baru dilakukan pada Maret 2022.
Namun pada saat itu, masih terdapat sejumlah aturan yang menyebabkan wisman urung berkunjung ke Bintan, seperti pengambilan sampel dari tes usap untuk diteliti apakah wisman tersebut tertular Covid-19 atau tidak.
Kedua, kebijakan negara asal wisman, apakah mengizinkan warganya melakukan perjalanan luar negeri atau tidak. Ketiga, rasa trauma terhadap Covid-19 juga menghambat orang untuk berlibur ke Bintan.
Menurut dia, untuk meningkatkan kembali jumlah wisman ke Bintan, terutama yang berasal dari Singapura membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang berkepentingan dan juga seluruh elemen masyarakat.
Dukungan itu berupa menciptakan kembali situasi bahwa Bintan aman, dan bersih dari Covid-19. Untuk mencapai kondisi bersih dari virus, dibutuhkan komitmen bersama disiplin dalam menerapkan prokes.