Apa Benar Virus Langya Penerus Covid-19?

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis
Selasa 16 Agustus 2022 20:00 WIB
Virus Langya menginfeksi banyak orang (Foto: Nepal news)
Share :

SAAT ini munculnya virus Langya, virus baru di China tengah menarik perhatian publik. Diketahui, virus yang ditemukan di China Timur ini telah kurang lebih menginfeksi 35 orang.

Virus Langya berasal dari famili Henipavirus (LayV) dan kasus wabah baru ini diidentifikasi di dua kota di Cina, Shandong dan Henan. Dari laporan Dailymail, virus Langya pertama kali diidentifikasi pada seorang petani perempuan berusia 53 tahun.

 

Kemunculan virus baru di tengah kondisi masih pandemi Covid-19 dan darurat wabah cacar monyet seperti sekarang, tentu menambah kekhawatiran masyarakat.

Namun, menurut Profesor Francis Balloux, ahli penyakit menular di University College London, mengatakan bahwa data saat ini menunjukkan virus tidak menyebar dengan cepat pada manusia.

“Ada sedikit bukti bahwa virus Langya bisa menyebar dengan mudah di antara orang-orang, yang artinya virus ini memiliki potensi pandemi meski rendah,” ujar Profesor Francis.

Namun, apa benar virus Langya merupakan penerus Covid-19?

Lewat akun Twitter-nya, Profesor Francis meminta masyarakat jangan buru-buru panik terlebih dahulu karena virus Langya tidak terlihat memiliki potensi sebagai penerus Covid-19.

Namun ia mengingatkan, virus ini tetap bisa jadi ancaman besar terhadap patogen yang beredar di populasi hewan liar dan domestik yang berpotensi menginfeksi manusia, dikutip dari DailyMail.

Disebutkan lebih lanjut, para ilmuwan yang melacak virus Langya telah menguji berbagai hewan liar kecil untuk virus. Lalu ilmuwan menemukan bahwa tikus memiliki tingkat positif tertinggi, 71 dari 262 yang diuji, sekitar satu dari empat. Selebihnya, virus ini juga terlihat pada sebagian kecil anjing peliharaan (5 persen) dan kambing (2 persen).

 BACA JUGA: Waspada! Ini 7 Gejala Terinfeksi Virus Langya, Apa Saja?

Kekhawatiran atas virus Langya meningkat karena termasuk dalam kelompok patogen yang disebut henipavirus. Beberapa anggota keluarga virus ini membunuh hingga 75 persen dari mereka yang terinfeksi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya