Sosok Almarhum Yotama ini lah yang kemudian mengangkat budaya perayaan Maulid Nabi.
“Dari zaman masih leluhuran itu memang sudah ada perayaan Maulid Nabi. Beliau angkat ini budaya tradisi maulid nabi yang khususnya di Bongo ini sampai ke tingkat nasional,” tutur Bachtiar Yunus selaku Kepala Desa Bubohu Bongo.
Tak heran, jika Desa Wisata Bubohu Bungo ini menjadi desa religi pertama yang masuk dalam Anugerah Desa Wisata 2021. Meski bernama religi, wisatawan tak hanya disuguhkan dengan ajaran agama saja, namun juga akan dimanjakan dengan pesona alam, kerajinan masyarakat setempat, dan wisata kulinernya.
Pesona alam dan ragam khas Desa Wisata Bubohu Bongo Pesona alam di Desa wisata yang telah ada sejak 1998 ini dapat dinikmati salah satunya di Pantai Dulanga. Bukan hanya hamparan air lautnya saja, namun adanya geopark dan keanekaragaman hayati laut menjadi daya tarik tersendiri.
Mulai dari geopark yang terdapat tumbuhan dengan nama latin Pemphis Acidula atau pohon mentigi ini berada di laut. Menurut penelitian, pohon tersebut biasanya ditemui di tengah hutan. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri dari Pantai Dulanga.
“Kalo keunikan di Pantai Dulanga, salah satunya ada di pohon ini. Ini nama latinnya pemphis acidula, salah satu pohon yg unik. Uniknya adalah karena dia hidupnya di tengah laut, dan yang lebih unik lagi bahwa tanaman ini setelah dilakukan penelitian oleh tim peneliti bahwa harusnya tanaman ini berada di tengah hutan bukan di tengah laut,” ujar Yamin Nusi Direktur Pantai Dulanga.
Selain geopark dan wahana flying fox, Pantai Dulanga ini juga surganya alam bawah laut. Hal ini dikarenakan, terdapat bunga karang jenis spons dengan ukuran 36 meter. Terumbu karang ini bernama latin Petrosia lignosa atau dikenal Salvador Dali.