Adapun, Ahmad, juru pelihara Situs Penjara Banceuy, mengatakan. Bung Karno menuliskan teks proklamasi kemerdekaan RI di tempat itu, berupa titik-titik yang kemudian diberikan kepada istrinya, yakni Inggit Garnasih.
"Lalu Ibu Iinggit Garnasih membawanya (titik-titik teks proklamasi) ke rumahnya secara diam-diam. Jadi saat itu, Ibu Inggit setiap hari menemui Bung Karno dan menyelipkan teks-teks tersebut melalui kain samping yang dililitkan pada perutnya," kata Ahmad.
Situs Penjara Banceuy mulai dibangun menjadi kawasan pertokoan, ujar Ahmad, pada 1983 dan saat ini tersisa hanya satu sel atau kamar tahanan serta menara pos jaga.
"Selama dipenjara di sini, Bung Karno tidak diizinkan bertemu dengan siapa pun selama 40 hari," ujar Ahmad yang menjaga situ sejak 1986.
Sementara itu, Ahmad Ramdhani, juru pelihara Gedung Indonesia Menggugat (GIM) mengatakan, gedung ini merupakan tempat pengadilan para pejuang termasuk Soekarno yang diadili oleh pemerintah kolonial Belanda karena dianggap melakukan perlawanan dan membuat kegaduhan.
"Untuk melakukan perlawanan soekarno membacakan pledoi yang berjudul Indonesia Menggugat yang kini nama tersebut menjadi nama gedung ini," kata Ahmad Ramdhani.
(Kurniawati Hasjanah)