Curhatan si ibu yang mengaku kasih obat racikan sendiri tersebut pun ramai dibahas di linimasa Twitter. Sebanyak kuirang lebih 15 ribu ribu netizen memberi perhatian pada kasus ini. Sebagian besar netizen kesal dengan perilaku sang ibu yang dianggap bertindak ceroboh.
"Bun, jangan sampai karena kesoktahuan mamanya, anak jadi korban. Apalagi ini masih anak kecil," tulis @TaemoHyun****. Begitu juga yang diutaraka @nesver****, "Nah, itulah bahayanya konten sesat. Apalagi warga di sini gampang banget percaya gituan," katanya.
Setelah mengetahui kabar ini, MNC Portal coba mewawancarai dokter spesialis anak dari Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Citra Amelinda, Sp.A. Dokter Citra ia memperingatkan kepada semua orang, terkhusus para orangtua untuk tidak sembarang memberikan obat ke anak.
"Dari kejadian ini, saya mengimbau kepada semuanya untuk jangan sembarang memberikan obat ke anak. Jika anak sakit, periksakan dia ke Puskesmas terdekat," ungkap dr Citra saat dihubungi belum lama ini.
Saat ditanya, apakah memang betul ruam yang muncul pada tubuh si anak efek dari racikan obat batuk yang dibuat si ibu dari resep TikTok, dr. Citra menyatakan perlu pemeriksaan lebih lanjut secara langsung terhadap tubuh sang bayi, agar bisa melihat penyebab jelasnya.
Ia mmenjelaskan bahwa reaksi alergi terhadap sesuatu, bisa bersifat ringan hingga fatal alias membahayakan keselamatan nyawa.
"Reaksi alergi yang ringan itu seperti bersin, merah-merah, hingga gatal ringan. Sedangkan reaksi yang fatal meliputi reaksi anafilaksis, sesak napas, sulit bernapas, sampai penurunan kesadaran,” tandasnya.
Maka dari itu, diimbau sekali untuk tidak sembarang meminum atau memberikan obat. Jika muncul gejala pada tubuh, periksalah ke dokter. Jangan mendiagnosis sendiri, apalagi membuat racikan obat sendiri hanya berbekal melihat sosial media semata yang tidak jelas sumber dan keabsahannya.
(Rizky Pradita Ananda)