Menurut Adam Finn, seorang profesor dari Universitas Bristol yang bekerja dengan WHO Eropa, kebijakan ini masuk akal, untuk menilai pendekatan hemat dosis.
"karena kehabisan vaksin adalah potensi kekhawatiran yang sangat nyata dengan wabah cacar monyet," ujar Profesor Adam.
Sebagai informasi, sejauh ini vaksin utama cacar monyet yang diizinkan yaitu Bavarian Nordic.
(Rizky Pradita Ananda)