Pulau Sepanjang 200 Meter di Eropa yang Rutin Berubah Kewarganegaraan Dua Kali Setahun
Penemuan Pulau Pheasant bisa dikatakan tidak sengaja, sebab awalnya pelancong sedang mempelajari peta Pyraness barat untuk belajar memahami Negara Basque di Spanyol saja.
Namun tanpa sengaja ia menemukan sebidang tanah yang letaknya di perbatasan antara Hendaye, Prancis, dan Irun, Spanyol, di sungai Bidasoa yang mengalir ke Teluk Biscay.
Pulau yang paling tidak memiliki luas 200 meter tersebut secara membingungkan dipimpin oleh masing-masing negara yang mengapitnya selama enam bulan lamanya.
Ternyata tak banyak orang yang tahu mengenai sejarah pulau unik tersebut.
Sampai akhirnya pelancong tersebut datang langsung ke Pulau Pheasant dan bertemu seorang arkeolog bernama Pia Al Jasindo Soronda dan menceritakan semua sejarah tentang pulau unik tersebut.
Pulau Pheasant ini terletak 10 meter dari sisi sungai Spanyol dan 20 meter dari Prancis.
Pulau yang diapit kedua negara tersebut berbentuk elips, di pulau tersebut pepohonan dapat tumbuh dengan lebat.
Pada awal romawi kuno Pula Pheasant ini awalnya bernama “Paysans” yang artinya petani sebelum akhirnya berubah lagi bernama “Faisans” dan mulai terkenal pada tahun 1648.
Pada saat terjadinya gencatan senjata senjata antara Spanyol dan Prancis, pulau ini dijadikan sebagai pulau netral.
Hingga 24 kali perundingan telah dilakukan untuk menentukan pemilik dari pulau tersebut namun negosiasi tidak pernah berjalan lancar.