HINGGA kini pemerintah belum mengonfirmasi kasus cacar monyet. Kabar terbaru terkait pasien suspek di Jawa Tengah mengungkapkan bahwa pasien negatif cacar monyet.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan, pasien suspek cacar monyet di Jawa Tengah hasil PCR-nya menunjukkan negatif. "Artinya, pasien discarded cacar monyet," katanya.
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia dr Retno Asti di sisi lain menjelaskan, hingga saat ini kasus cacar monyet tidak ada, itu artinya jika suatu hari kasus ditemukan di satu wilayah, wilayah itu otomatis ditetapkan sebagai kawasan KLB.
"Satu saja dikonfirmasi cacar monyet di daerah tertentu, wilayah itu langsung ditetapkan kawasan KLB atau kejadian luar biasa," terang dr Asti.
Kalau itu terjadi, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan kasus suspek dan probable dari temuan kasus konfirmasi cacar monyet. Langkah ini dilakukan untuk segera memutus penyebaran virus monkeypox di wilayah tersebut.
Tes laboratorium PCR akan dilakukan kepada mereka yang kontak dekat dengan pasien konfirmasi. Jika dari kontak dekat itu ada yang bergejala, mereka akan dikategorikan sebagai suspek dan probable.