2. Pakai tusuk gigi: Sehabis makan, lalu ada sisa makanan yang terselip di gigi. Maka biasanya kita langsung menggunakan tusuk gigi untuk mencongkel-congkel sela-sela gusi dan gigi bukan? Oral Health Foundation (OHF mengatakan kebiasaan ini ternyata bisa sangat berbahaya bagi mulut dan gusi. Faktanya, menempelkan apa pun di antara gigi yang tidak dirancang secara ergonomis agar sesuai dengan ruang sela ini bisa berbahaya karena dengan mudah merusak gigi, membahayakan gusi, memicu infeksi dan sebetulnya tidak higienis. Alih-alih tusuk gigi, disarankan untuk memakai dental floss alias benang gigi.
3. Pakai pemutih gigi rumahan: ada beberapa orang menggunakan campuran jus lemon dan soda bikarbonat murni sebagai pemutih gigi yang dibuat sendiri di rumah. Tahukah kalau cara ini justru merusakn enamel alias lapisan luar gigi loh! Enamel yang rusak berarti gigi juga menjadi jauh lebih sensitif dan lebih rentan mengalami gigi berlubang.
4. Tidak rutin mengganti sikat gigi: Menurut American Dental Association (ADA) direkomendasikan kalau sikat gigi itu harus diganti dengan yang baru setiap tiga hingga empat bulan sekali, atau bisa lebih sering jika bulunya kusut atau berjumbai. Semakin sering sikat gigi dipakai, semakin tidak efektif pula ia dipakai sebagai alat untuk membersihkan gigi.
(Rizky Pradita Ananda)