Dengan terus mengedukasi masyarakat dengan melibatkan teknologi digital sebagai medium penyebaran informasi, diharapkan nantinya perubahan perilaku masyarakat bisa berubah. Dari yang tadinya masih membeli produk tidak aman, menjadi sadar untuk menjauhinya, bahkan bersama-sama menghilangkan produk tersebut.
Penny menjelaskan, secara umum masyarakat Indonesia sebetulnya kurang lebih sudah tahu soal obat dan makanan yang baik dan aman. Tapi, perubahan perilaku untuk menjauhi masih belum begitu besar angka persentasenya.
"80 persen masyarakat kita ini sudah paham pengetahuan soal obat dan makanan aman dan sehat, tapi 73,3 persen lainnya masih belum mengubah perilakunya menjadi lebih baik," papar Penny.
Maka dar itu, diperlukan langkah nyata di masyarakat untuk bisa mengubah perilaku warga untuk lebih sadar akan keamanan dan kualitas obat dan makanan.
"Karena itu, memanfaatkan teknologi digital diperlukan untuk menyebarluaskan informasi di masyarakat. Tidak hanya itu, kami juga bekerjasama dengan para Duta BPOM yang ada di setiap provinsi untuk ikut menyuarakan pesan yang ingin disampaikan BPOM ke masyarakat di setiap wilayah,” tandas Penny.
(Rizky Pradita Ananda)