Tak Hanya di Indonesia, Yuk Ketahui Tradisi Perayaan Asyura dari Berbagai Negara

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 08 Agustus 2022 15:03 WIB
Peringatan Asyura di Universitas Tehran, Iran (Foto: Parstoday)
Share :

BULAN Muharram adalah bulan duka dan sakral bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini, terjadi suatu tragedi kelam dan kejam.

Pada 14 abad silam, para pejuang Karbala pada tahun 61 Hijriah gugur syahid dalam rangka menegakkan kebenaran.

Peristiwa Karbala 10 Muharram atau Hari Asyura ialah tragedi paling memilukan bagi umat Islam. Pada hari itu, Sayyidina Husain, cucu Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam terbunuh di Karbala.

Kisah terbunuhnya cucu Nabi Muhammad, Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib itu terjadi pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah.

Peristiwa itu sangat tragis bagi siapa yang pernah membaca kisahnya. Sebab, orang yang dibunuh merupakan orang yang sangat dicintai Nabi Muhammad.

Muharram akrab diistilahkan dengan Asyura. Peristiwa Asyura menjadi tragedi yang tidak terbatas pada waktu dan tempat dan dicatat sejarah dengan tinta paling hitam.

BACA JUGA: Mengenal Merariq, Tradisi Kawin Lari Suku Sasak di Lombok

(Foto: iNews.id)

Hingga saat ini, peristiwa Asyura terus dikenang seluruh umat muslim di dunia dengan penuh kedukaan yang mendalam. Sejak ratusan tahun silam, di Indonesia, peristiwa Asyura juga dikenang dan diperingati.

Diantaranya dari sejumlah tradisi lokal seperti larangan menikah di bulan Suro, bubur merah bubur putih, Tabot di Bengkulu, Tabuik di Sumbar, Tari Saman Aceh, dan lain-lain.

Tak hanya ada di Indonesia, berikut keragaman peringatan Asyura di beberapa negara, dikutip Okezone dari berbagai sumber.

1. Turki

Hari Asyura dalam bahasa Turki disebut sebagai Asure Gunu. Sama seperti di Indonesia, saat bulan Muharram tiba, masyarakat di Turki membuat semacam bubur asyura yang kemudian dibagikan kepada para tetangga.

(Foto: thespruceeats)

Bahan dasar bubur asyura di Turki adalah gandum khusus yang dikenal ddengan nama bubur asure. Kendati mayoritas muslim warga Turki bermazhab Sunni, namun acara-acara duka seperti peringatan tragedi Asyura ini cukup popular di negara ini.

Bahkan, Presiden Turki, Racep Tayyip Erdogan berkali-kali ikut hadir dan memberi sambutan dalam peringatan duka itu.

2. Irak

Sebanyak 60 persen penduduk Irak merupakan orang-orang muslim bermazhab Syiah. Karena itu, prosesi majelis duka menjadi pemandangan yang umum pada 10 hari pertama bulan Muharram, yang memuncak di hari Asyura.

Bahkan, Irak yang merupakan tempat terjadinya tragedi memilukan ini, juga memiliki peringatan hari Asyura yang lebih semarak. Pasalnya, peringatan itu berlangsung hingga 40 hari lamanya, terhitung sejak 10 Muharram hingga 10 Safar.

Peringatan hari Asyura di Irak disebut dengan hari Arbain yang dihadiri hingga puluhan juta peziarah dari berbagai pelosok dunia setiap tahunnya. Para peziarah itu melakukan prosesi long march dengan rute utama Kufah-Karbala sejauh ratusan kilometer.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya