7. Refluks gastro-esofageal: Kondisi ketika isi lambung keluar kembali ke tenggorokan.
8. Stenosis pilorus kongenital: Kondisi saat lahir di mana saluran dari lambung ke usus bayi menyempit, sehingga makanan tidak dapat melewatinya dengan mudah. Ini biasanya menyebabkan muntah proyektil.
9. Hernia: Tercekik juga bisa jadi penyebab bayi muntah. Ketika kondisi ini terjadi, bayi akan sering muntah dan menangis seolah mereka sangat kesakitan.
10. Intususepsi: Kondisi ketika teleskop usus masuk dengan sendirinya. Selain muntah, jika ini terjadi pada bayi akan menyebabkan kulit pucat, lemas, dan memiliki gejala dehidrasi yang cukup berarti.
11. Suhu terlalu panas: Tampak sederhana, tapi ini jangan diabaikan. Bayi yang berada di ruangan bersuhu panas punya kecenderungan untuk muntah dan dehidrasi.
12. Mabuk perjalanan: Kondisi ini bukan hanya dialami orang dewasa atau usia anak-anak, tapi bayi pun bisa dan seperti orang dewasa. Ketika mabuk perjalanan terjadi, bayi pun akan muntah. Jadi kalau Anda bawa bayi keluar rumah dengan mobil, tiba-tiba bayi muntah tanpa sebab di dalam mobil, mungkin saja si bayi sedang mengalami mabuk kendaraan.
13. Infeksi telinga: Infeksi telinga tengah bisa sebabkan bayi muntah. Ini terjadi karena rasa sakit yang berarti di telinga si bayi sehingga membuatnya refleks muntah.
(15 Penyebab Bayi Muntah, Foto: Freepik)
14. Pilek: Bayi yang sedang pilek pun bisa membuatnya muntah. Terlalu banyak lendir di hidung dapat menyebabkan tenggorokan terasa tidak nyaman dan itu membuat si bayi sering batuk sekaligus muntah.
15. Belum mampu mencerna makanan dengan baik pun jadi penyebab lain bayi muntah. Bayi sering gumoh itu bisa karena bayi belum terbiasa menerima makanan, kondisi seperti ini kebanyakan terjadi pada bulan pertama kehidupan.
Jika intensitas muntah memang sering dan kondisi bayi semakin memburuk setelah muntah, maka Anda perlu segera menghubungi dokter.
(Rizky Pradita Ananda)