Selain itu, harus juga melihat positivity rate di sekolah. Jika memang sudah menembus lebih dari 5 persen. Baru aktivitas PTM bisa stop untuk sementara.
“Bahwa tingkat positivity rate harus lebih dari lima persen. Sehingga, akan diberhentikan selama seminggu atau 7 hari,” tambah dr. Reisa
Kemudian, bila ada salah satu peserta didik atau guru yang positif atau suspek. Kegiatan PTM juga bisa diberhentikan selama lima hari, dengan catatan positivity ratenya harus di bawah 5 persen.
"Tapi kalau ada salah satu peserta didiknya ada positif, tapi dia nggak menyebabkan kluster di satu sekolah itu dan surveilance yang positif di bawah 5 persen. Misalnya ada juga pendidik atau peserta didiknya bergejala Covid-19, tapi masih suspek ini harus diberhentikan juga PTM tapi 5 hari bukan 7 hari," jelasnya.
Pada intinya, selama masa pandemi Covid-19 ada masa transisi dari pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan PTM yang harus digelar dengan metode “gas rem gas rem”.
(Rizky Pradita Ananda)