Sementara itu, Eropa sendiri sudah mencatat angka kematian akibat cacar monyet, dengan laporan kasus kematian pertama dari Spanyol. Bersama dengan laporan kasus kematian pasien cacar monyet dari Brasil, menjadikan kematian tersebut jadi angka kematian karena cacar monyet yang terjadi di luar Afrika.
Menurut WHO cacar monyet tidak mudah menular antar manusia, membutuhkan kontak dekat yang lama dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan atau bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.
Sementara gejala awalnya, mulai muncul dalam satu dan dua minggu setelah infeksi, termasuk demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot. Hal ini diikuti dengan munculnya, ruam khas dengan pustula di wajah, tangan, dan di tempat lain di tubuh.
(Dyah Ratna Meta Novia)