Hal serupa juga diungkapkan Andreas Maryoto. Penulis ‘Jejak Pangan: Sejarah, Silang Budaya, dan Masa Depan’ ini mengatakan, betapa pentingnya riset dan data untuk memperkaya tulisan.
“Riset, itu yang perlu diasah,” ujarnya.
Selain yang disebutkan di atas, juga yang tidak kalah penting adalah pengalaman. Jadi, ketika belum ada pengalaman itu, sebaiknya memulai saja dulu.
“Kalau saya sih sebetulnya paling mudah, coba dari topik yang kita suka. Enggak ada salah benar dalam konteks kalau kita mau mulai. Mungkin mulai dari topik yang kita suka, dan gali lebih dalam. Kalau topiknya kita senang kan, ngulik-nguliknya juga pasti senang,” pungkas Keviandra.
BACA JUGA:Jagantara Usung Cinta Budaya Rasa Anak Muda, Jangan Sampai Pudar Ya!
BACA JUGA:WBI Foundation Tampilkan Kekayaan Budaya Indonesia lewat Jagantara
(Rizky Pradita Ananda)