Menurut informasi dari booklet “Kaca Patri Museum Mandiri” yang diterbitkan Mandiri Museum, kaca patri dengan nilai seni yang bisa dianggap mahakarya ini dirancang oleh F.H. Abbing Jr yang merupakan anak dari sekretaris direktur NHM di Amsterdam, Belanda yakni F.H. Abbing.
Kaca patri ini menggambarkan tiga bagian penting. Bagian pertama adalah kisah perjalanan pelaut Belanda Cornelis de Houtman dalam menemukan Bumi Nusantara dan akhirnya membuka jalan bagi para pedagang Belanda yang dinaungi oleh Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC masuk ke Indonesia.
Bagian berikutnya adalah penggambaran lima sosok yang terdiri dari empat wanita dan satu pria tua. dua sosok wanita pada bagian dua bilah kiri pertama dan seorang wanita bersama pria tua di dua bilah kanan digambarkan sebagai representasi empat musim di Eropa yakni musim semi, panas, gugur dan dingin.
Sedangkan sosok wanita di bilah tengah atau bilah Nusantara digambarkan sebagai Ibu Pertiwi Nusantara yang terlihat cantik, anggun, memesona dengan dikelilingi gunung berapi dan hutan yang subur sebagaimana keindahan pesona alam Indonesia yang dilimpahi kekayaan sumber daya alam.
Di bilah Nusantara, pengunjung bisa melihat bagaimana Belanda sangat memuja Indonesia baik dari keindahan panoramanya maupun kekayaan alamnya hingga digambarkan sebagai sosok dewi yang cantik.
Bagian terakhir dari kaca patri ini adalah prasasti yang ditujukan untuk menghormati Cornelis Johannes Karel van Aalst, sosok Presiden Direksi NHM yang sangat berpengaruh bukan hanya bagi internal perusahaan namun juga berpengaruh bagi Belanda.
Pemandu tur
Berdasarkan laman resmi museummandiri.wixsite.com, pengunjung bisa memasuki Museum Mandiri ini dengan tiket seharga Rp5.000 per orang bagi masyarakat umum dan Rp3.000 per orang bagi pelajar, mahasiswa dan anak-anak. Museum Mandiri dibuka dari Selasa hingga Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.
Pengunjung Museum Mandiri disarankan untuk ditemani oleh pemandu tur agar dapat menikmati sejarah perbankan dan perjalanan menjelajahi setiap bagian ruangan gedung museum lebih optimal.
Pemandu tur juga akan menceritakan dan membawa pengunjung ke bagian-bagian ikonik dari Museum Mandiri, termasuk seni kaca patri yang di depan tangga direksi. Bahkan mereka juga akan mengajak pengunjung ke ruangan-ruangan tempat direksi NHM Belanda bertugas ikut menentukan arah perjalanan ekonomi dan perbankan di Indonesia pada tempo dulu.
(Salman Mardira)