ADA 10 persiapan sebelum menikah dengan janda yang perlu diketahui. Menikah dengan janda bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Asal bisa saling memahami insyaAllah tujuan pernikahan akan tercapai.
Janda di masyarakat terkadang seringkali dipandang sebelah mata bahkan dikucilkan. Padahal sejatinya tidak ada satu wanita pun yang ingin pernikahannya berakhir.
Sebagai kaum adam kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta. Saat mencari wanita sebagai pendamping hidup ternyata adalah seorang janda. Tentu saja menikah dengan janda bukanlah suatu masalah, sebab yang terpenting adalah tujuan dari pernikahan itu sendiri.
Berikut ada 10 persiapan sebelum menikah dengan janda yang sebaiknya diketahui.
10 Persiapan Sebelum Menikah dengan Janda
1. Mengabaikan Stigma Masyarakat
Patikan diri telah mantap memilih wanita dengan status janda sebagai tambatan hati. Penting sekali untuk menanamkan kepercayaan dan rasa saling terbuka pada pasangan.
Sebab stigma buruk masyarakat bisa menggoyahkan pendirian. Perlu diingat, masyarakat tidak punya andil atas hidup kita.
2. Menjalin Silaturahmi
Jalinlah hubungan baik dengan keluarga dekat dan keluarga jauh sang wanita. begitu juga dengan menjalin hubungan baik dengan suami dan anak dari pernikahan terdahulu. Dengan menjalin silaturahmi kedamaian pernikahan akan terwujud.
3. Menerima Tanggung Jawab Terhadap Anak dari Pernikahan Sebelumnya
Sebelum melangkah lebih jauh, kenali lebih jauh apakah wanita dengan status janda tersebut sudah memiliki anak atau belum. Jika sudah memiliki anak, mau tidak mau kamu harus menerima dan bertanggung jawab juga dengan anak dari pernikahan sebelumnya.
4. Mendapatkan Restu Orang Tua
Restu orang tua menjadi salah satu bekal dasar dalam pernikahan. Untuk itu mintalah restu orang tua supaya pernikahan lebih harmonis, mendapat support dan lebih berkah.
BACA JUGA:Ternyata Ini 4 Alasan Terkuat Mengapa Wanita Lebih Memilih Jadi Seorang Janda
5. Memahami Kondisi Pasangan
Jika menikahi janda dengan anak perlulah untuk memahami bahwa ia memiliki tanggungan untuk mengasuh anak dari pernikahan sebelumnya. Hal ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan kesediaan untuk menjalin hubungan keluarga dengan janda yang memiliki anak.
6. Sadar Bahwa ia Memiliki Mantan Suami
Jika memilih menikahi janda, sadarilah bahwa ia memiliki mantan suami di pernikahan terdahulunya. Kedepannya akan terus terjalin komunikasi antara wanita dengan mantan suami apalagi perihal urusan anak.
Jadi tidak ada untungnya untuk cemburu pada masa lalunya. Belajarlah untuk berlapang dada ketika menikah dengan janda.
7. Jalin Hubungan Baik dengan Mantan Suaminya
Perlu dipahami bahwa menikah dengan janda tidak hanya menjalin hubungan dengan anak tetapi juga dengan mantan suami. Mereka akan terus menjalin komunikasi untuk kebutuhan anak.
Daripada cemburu, cobalah untuk menjalin hubungan baik dengan mantan suaminya. Dengan begitu tercipta keakraban dan kebahagiaan. Sang mantan suami juga akan lebih mempercayai dirimu untuk menjaga anaknya.
8. Menerima Apa Adanya
Menikah dengan janda ataupun tidak kita harus menerima pasangan kita apa adanya. Apalagi dengan janda yang memiliki anak dan mantan suami.
Janda juga biasanya memiliki pengalaman lebih dalam membina rumah tangga. Anggaplah pengalaman tersebut sebagai pembelajaran untuk dipahami.
9. Akan dibayangi Masa Lalu Pasangan
Mungkin kamu akan merasa bahwa kamu hidup dibawah bayang-bayang mantan suami dari pasanganmu. Sesungguhnya pemikiran tersebut sangat tidak penting dan harus dikubur jauh-jauh.
Percayalah bahwa pasanganmu memilih dirimu karena kamu memiliki keunikan dan rasa tanggung jawab.
10. Memilih Mundur Bukan Masalah
Jika tidak bisa mentoleransi hubungan dengan janda yang memiliki kekurangan dan sering kali cekcok karena tidak cocok jangan ragu untuk mundur. Bertahan dalam hubungan toxic hanya akan menyiksa satu sama lain.
Jika nampak tanda-tanda bahwa pasanganmu bukan seseorang yang baik segeralah mundur sebelum hubungan melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Demikianlah 10 persiapan sebelum menikah dengan janda banyak dicari kaum adam.Semoga bermanfaat dan terimakasih.
(Salman Mardira)