AMERIKA Serikat telah melaporkan kasus cacar monyet pertama yang terjadi pada ibu hamil. Kasus positif cacar monyet pada ibu hamil ini, jadi kasus pertama sejak wabah cacar monyet yang sekarang sudah menyebar ke 75 negara di tahun ini.
Hal ini dilaporkan langsung oleh kepala petugas medis divisi pencegahan HIV di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Dr. John Brooks.
“Ada kasus positif cacar monyet pada wanita hamil, yang kini telah melahirkan,” ujar Dr. John, dikutip dari Today, baru-baru ini.
Untungnya, sang ibu pun melahirkan bayinya dalam kondisi selamat dan kondisi kesehatan keduanya dilaporkan saat ini dalam kondisi baik.
Menurut Dr. Joanne L. Stone, ketua kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi Icahn School of Medicine at Mount Sinai and Mount Sinai Health System, cacar monyet memang bisa menyerang ibu hamil, dan tentunya merugikan kehamilan itu sendiri.
Meski demikian, ibu hamil tidak perlu panik karena sejauh ini jumlah orang yang terinfeksi masih rendah. Namun ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan wanita hamil terkait cacar monyet, untuk mencegah peningkatan kasus. Melansir Good Morning America, Minggu (31/7/2022) berikut ulasannya di bawah ini.
1. Hindari kontak dengan pasien: CDC menyebut cacar monyet dapat menular melalui kontak langsung yang berkepanjangan atau kontak fisik yang intim. Maka dari itu diimbau, untuk menghindari kontak skin to skin, kulit ke kulit seperti menyentuh, berhubungan seks, berciuman, atau berpelukan dengan orang-orang yang memiliki ruam yang terlihat seperti cacar monyet. Begitu juga dengan benda-benda, tidak menyentuh tempat tidur, handuk, atau pakaian penderita cacar monyet, dan jangan lupa untuk sering mencuci tangan.
2. Cacar monyet bisa ditularkan ke janin: Cacar monyet dapat ditularkan ke janin, entah saat selama kehamilan atau bisa juga melalui kontak langsung selama dan setelah kelahiran. Dokter Stone menjelaskan, jika seorang ibu hamil melahirkan dengan cacar monyet, bayinya perlu diisolasi untuk menghindari kontak langsung dengan sang ibu.