Saat diperiksa oleh dokter, Kerry mengakui kalau dirinya sering menghirup nitrous oxide. Kemudian dokter pun memberikan suntikan vitamin B12, karena terdeteksi kadar vitamin B dalam tubuh Kerry begitu rendah.
Meski telah menjalani proses rawat inap, kerusakan sumsum tulang belakang Kerry akibat gas tertawa ini tetap tak terhindarkan. Dari pemeriksaan pemindaian MRI, kebiasaan yang dilakukan Kerry tersebut menyebabkan kerusakan saraf dan cakram yang menonjol di punggung bawah yang mengakibatkan dirinya tidak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda, seperti dikutip dari New York Post, Kamis (28/7/2022).
“Saya tidak pernah berpikir itu akan sampai pada titik, di mana saya tidak dapat berjalan dan harus menggunakan kursi roda,” curhat Kerry.
Hidupnya yang kini berubah total karena harus memakai kursi roda, membuat Kerry begitu tergantung kepada sang ayah. Bahkan sesederhana seperti mandi dan makan, semuanya harus disiapkan dan dibantu oleh sang ayah.
Sebagai informasi, mengutip Australia’s Alcohol and Drug Foundation, penggunaan nitrous oxide dapat menghasilkan perasaan "euforia". dalam jangka pendek, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping seperti pusing, penglihatan kabur dan kebingungan, serta kematian mendadak.
Adapun efek jangka panjangnya, mulai dari kehilangan ingatan dan telinga berdengung hingga mati rasa di tangan dan kaki, kejang anggota badan, kerusakan saraf, psikosis dan banyak lagi.
BACA JUGA:Kisah Rico Penyintas Covid-19, Sempat Jadi Omongan Tetangga
BACA JUGA:Idap Sindrom Alice in Wonderland, Wanita Ini Merasa Tubuhnya Mengambang
(Rizky Pradita Ananda)