PER hari ini, Jumat 29 Juli 2022, secara resmi tenaga kesehatan (nakes) akan mulai menerima vaksin booster Covid-19 yang kedua. Mengingat, nakes adalah kelompok prioritas karena bekerja sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat.
Soal jenis vaksin apa yang akan dipakai, Kementerian Kesehatan menegaskan kalau vaksin yang dipakai sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).
Tapi, secara khusus Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman merekomendasikan ada tiga merek vaksin Covid-19 yang tersedia, untuk digunakan sebagai vaksin booster kedua. Rekomendasi ini diberikan, melihat karateristik subvarian Omicron, varian BA.4 dan BA.5 yang mendominasi penyebaran saat ini.
"Vaksin yang tepat diberikan untuk mengantisipasi merebaknya BA.4 dan BA.5, adalah vaksin dengan platform mRNA seperti Moderna dan Pfizer, serta vaksin Novavax," ungkap Dicky Budiman saat dihubungi MNC Portal, baru-baru ini.
Ketiga vaksin tersebut, menurut Dicky terbukti bermanfaat untuk mencegah maupun menurunkan risiko seseorang mengalami keparahan penyakit jika terinfeksi Covid-19.
"Ketiga vaksin ini terbukti baik berdasar data bahwa vaksin 70 persen mencegah fatalitas kematian dan 60% lebih mencegah keparahan," tambahnya.
Artinya, potensi seseorang yang terpapar BA.4 dan BA.5 untuk masuk rumah sakit tetap ada, tapi potensi kematian akibat infeksi tersebut sangat kecil.
Menurut Dicky dari kacamata medis, bahwa jika pemerintah Indonesia bisa mendatangkan vaksin Moderna, Pfizer, dan Novavax edisi terbaru yang sudah dimodifikasi spesifik untuk melawan Omicron beserta subvariannya, jadi langkah yang lebih baik.
"Tapi, kalaupun pakai vaksin Moderna, Pfizer, dan Novavax yang ada saat ini, itu pun tetap memberi manfaat yang berarti," pungkas Dicky.
BACA JUGA:Vaksin Merah Putih Kandidat Booster Covid-19 Kedua?
BACA JUGA:Seberapa Efektif Vaksin Booster Kedua untuk Mencegah Covid-19?
(Rizky Pradita Ananda)