Melansir CNA, peneliti juga menemukan tingkat penyakit parah, empat kali lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya menerima tiga dosis. Sementara untuk rawat inap di antara kedua kelompok sangat rendah.
Dalam penelitian lain menilai efektivitas dosis keempat, di antara petugas kesehatan yang lebih muda di Israel. Menegaskan bahwa tingkat antibodi turun secara signifikan lima bulan setelah dosis ketiga.
Sementara menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, dosis keempat hanya menambah sedikit manfaat. Sedangkan, dosis ketiga (booster) bisa memberikan perlindungan secara signifikan.
Seseorang bisa meminimalisir dari infeksi, rawat inap di rumah sakit hingga kematian. "Data menunjukkan bahwa dosis ketiga (booster) memengaruhi secara signifikan untuk perlindungan terhadap infeksi, rawat inap, dan kematian. Dosis keempat cuma menambah sedikit manfaat kecil," jelas Prof Zubairi dikutip dari Twitter pribadinya @ProfesorZubairi, dikutip Kamis (28/7/2022)
(Dyah Ratna Meta Novia)