ORGANISASI Kesehatan Dunia atau WHO telah mendeklarasikan bahwa cacar monyet jadi darurat kesehatan global. Ini karena penyakit tersebut sudah menyebar ke lebih dari 70 negara dan memenuhi syarat sebagai keadaan darurat global.
Namun hal menarik, cacar monyet banyak menyerang pria gay atau biseksual. Selain itu penularan juga terjadi akibat hubungan seksual terutama antara laki-laki dengan laki-laki.
Meski demikian masih perlu penelitian lebih lanjut untuk disebut sebagai penyakit menular seksual.
Dokter Roy Zucker, Direktur Tel Aviv Sourasky Medical Center - Ichilov Hospital LGBTQ Health Services mengakui, sebagian besar pasien cacar monyet di Israel pun secara global terinfeksi melalui aktivitas seksual.
"Virus cacar monyet ini menyebar karena seseorang berinteraksi secara langsung dengan penderita setidaknya 3 jam lamanya pada jarak 2 meter, atau melakukan kontak fisik dengan penderita," kata dr Zucker pada The Media Line.
"Dan pengamatan kasus cacar monyet saat ini, kebanyakan orang yang terpapar virus punya riwayat aktivitas seksual dengan penderita. WHO pun mengatakan hal demikian bahwa penyakit ini ditularkan secara seksual hingga disebut sebagai penyakit menular seksual lain," tambahnya.
Tapi, dr Zucker belum bisa memastikan bahwa cacar monyet adalah penyakit seksual baru, sebab penyebaran virus terjadi juga pada kondisi non-aktivitas seksual seperti kontak langsung dengan kulit meski tidak sedang melakukan aktivitas seksual.
Karena ada dugaan cacar monyet ini adalah penyakit seksual baru, dr Zucker mengimbau kepada masyarakat dunia agar berhati-hati setiap kali melakukan hubungan seksual. Disarankan melakukan hubungan seksual di tempat yang terang, bukan tempat gelap.
"Hati-hati dan waspada pada setiap lesi kulit yang muncul. Itu kenapa hubungan seksual di tempat terang direkomendasikan dibanding tempat gelap, supaya Anda bisa melihat apakah ada atau tidak lesi di kulit pasangan Anda," terangnya.
"Jika menemukan lesi di kulit, khususnya di area dubur, Anda mesti waspada. Segera datangi fasilitas kesehatan jika ditemukan lesi di kulit atau secara khusus di dubur," saran dr Zucker.