INFLUENCER dan vlogger terkenal, Tasyi Athasyia mengaku sejak sekolah dasar, ia sering mengonsumsi mi instan.
Melalui kanal Youtube MGDALENAF baru-baru ini, Tasyi mengaku karena sering jajan mi instan di kantin sekolah saat masih SD. Saking seringnya, bahkan nilai transaksi dirinya membeli mi instan setiap hari di warung sekolah mencapai Rp2juta.
Seperti Tasyi, mi instan memang jadi salah satu makanan favorit banyak orang. Cita rasa gurih dan lezat yang ditawarkan, mudah dimasak, dan harganya yang murah, jadi sederet alasan kenapa mi instan sering kali dipilih jadi menu makanan sehari-hari.
Namun, di balik rasa enaknya, mi instan memiliki ancaman kesehatan yang mengintai, jika dikonsumsi terlalu sering dan dalam waktu yang lama.
Mi instan merupakan makanan olahan, yang sarat dengan lemak tak baik seperti asam lemak jenuh atau lemak trans. Seperti dijelaskan Dr. Sunil Sharma, dikutip dari Food NDTV, Jumat (22/7/2022) lemak jenuh yang jika dikonsumsi secara berlebihan atau rutin inilah yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Saat seseorang memiliki kolesterol tinggi, ini artinya meningkat pula risiko penyakit jantung serta diabetes tipe 2 yang dimiliki orang tersebut.
Ancaman kesehatan lainnya, datang dari kandungan monosodium glutamat (MSG), yang memang umum ada di makanan olahan seperti mi instan. Melansir Healthline, menurut beberapa penelitian menyebutkan kaitan antara konsumsi MSG yang sangat tinggi dengan penambahan berat badan dan bahkan risiko peningkatan tekanan darah, sakit kepala, dan mual.
Selain itu, mi instan juga tinggi kandungan natrium. Satu porsi mi instan mengandung 861 miligram sodium.
Konsumsi asupan natrium yang tinggi, diketahui meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, mengurangi asupan natrium nyatanya bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung hingga stroke bahkan hingga 30 persen.
BACA JUGA:Lucinta Luna Terus Melakukan Operasi Plastik, Ini Bahaya Sindrom Dismorfik
BACA JUGA:Lucinta Luna Siap Jalani Operasi Rahim, Ini Bahaya Sindrom Dismorfik
(Rizky Pradita Ananda)